The Godfather I, II, III

Tuesday, February 15, 2011


Fiuh.. akhirnya selesai juga saya menonton trilogi The Godfather :D

Saya memulainya sejak desember (!), terputus 1bulan lebih karena pulang kampung, dan melanjutkan lagi sejak awal februari. Yang paling berat adalah menyelesaikan The Godfather: Part II, karena menurut saya filmnya membosankan. Setiap 15 menit biasanya langsung tertidur. Yang paling cepat adalah The Godfather: Part III, karena mengecewakan (terutama akting pemeran Marie Corleone :( ), sehingga ingin cepat-cepat menyelesaikan.

 Berikut catatan saya, berdasarkan trivia-trivia dari IMDb.com. Ternyata banyak hal menarik di balik proses pembuatan trilogi film tersebut. 

The Godfather
  • Tak diragukan lagi, ini adalah seri yang paling mantap. Terutama dengan karakter Vito Corleone yang dibawakan dengan baik oleh Marlon Brando. Benar-benar membuat kita seperti melihat sendiri seorang bos mafia.

Marlon Brando sebagai Vito Corleone, kanan (gambar: timeinc.net)
  • Sejumlah kelompok mafia (asli) berusaha menghentikan proses produksi film ini.
  • Ternyata kepala kuda di atas kasur itu asli. Dan jeritan histeris si aktor bukanlah akting, karena ia tidak tahu sebelumnya bahwa itu asli.
  • Adegan favorit saya ada tiga:
  1. Ketika Bonasera meminta tolong kepada Don Vito untuk membalaskan dendam anak perempuannya. Dialognya benar-benar menggambarkan seperti apa Don Vito tersebut :-D
  2. Ketika Michael dalam masa pengasingan di Sisilia, dan menikah dengan Apollonia (cakep banget :D).
  3. Ketika Don Vito menemui ajalnya.
sei molto bella, Apollonia! :D

    The Godfather: Part II
    • Di film ini ada dua cerita yang berjalan secara paralel, yaitu cerita tentang Michael dan masa muda Vito. Saya kurang suka dengan cerita Michael. Masa muda Vito jauh lebih menarik :-D  Robert De Niro cukup bagus dalam membawakan karakter Vito muda. Pantaslah kalau ia mendapat Oscar pada film ini.
    • Marlon Brando sebenarnya direncanakan muncul sebagai cameo di sini, tapi hal tersebut tidak terjadi karena ia punya masalah dengan pihak pembuat film. Sayang sekali..
    • Kutipan favorit:
    Vito Corleone: I make him an offer he don' refuse. Don' worry.
     
    Vito Corleone: [in Italian] Do me this favor. I won't forget it. Ask your friends in the neighborhood about me. They'll tell you I know how to return a favor.

    The Godfather: Part III
    • Mengecewakan. Kharisma seorang bos mafia Italia tidak terlihat lagi, sebagaimana dua film sebelumnya. Ceritanya aneh. Mungkin karena waktu pengerjaan skenario yang terlalu cepat (6 minggu), sementara Francis Coppola sebenarnya menginginkan waktu 6 bulan. Yang paling mengecewakan adalah kualitas akting karakter Marie Corleone. Benar-benar payah.
    • Ternyata konflik pada film ini didasarkan pada kisah nyata, yaitu skandal di dalam Bank Vatikan. Termasuk dugaan pembunuhan terhadap Paus John Paul I (yang hanya menjabat selama 33 hari).
    • Kutipan favorit:
    Vincent Mancini: Don Lucchesi, you are a man of finance and politics. These things I don't understand.
    Don Lucchesi: You understand guns?
    Vincent Mancini: Yes.
    Don Lucchesi: Finance is a gun. Politics is knowing when to pull the trigger.
    Marie Corleone: hal terburuk dari Godfather 3

    ---

    Setelah melihat filmnya, saya jadi tertarik untuk membaca novel The Godfather. Oke, buku ini masuk dalam daftar wajib beli :-D  Saya ingin memahami lebih jauh detail-detail di dalam film (terutama yang I), karena banyak yang belum saya pahami dari film. Terutama karakter tokoh-tokoh pendukungnya. Banyak sekali orangnya, dan susah menghapalkan nama masing-masing  :-D

    Sebagai penutup, saya tempelkan lagu legendaris gubahan Nino Rota: Love Theme from The Godfather.


    You Might Also Like

    11 comments

    1. Marlon Brando lah yang membuat The Godfather melegenda, sedangkan The Godfather 2 jalan cerita terlalu lambat tetapi dapat tertutupi oleh akting luar biasa de niro, The Godfather ketiga yang merusak image tentang film secara keseluruhan tanpa mengecilkan al pacino tapi ybs belum mampu menandingi Marlon Brando dalam perannya sebagai The Godfather, alur cerita yang ketiga juga mengecewakan karena emang gak masuk dalam novelnya

      ReplyDelete
      Replies
      1. betul sekali bro/sis, akting luar biasa marlon brando telah menjadikan Vito Corleone sebagai standar tampilan bos mafia.

        Robert de Niro jg luar biasa. Dan dari film inilah namanya mulai tenar.

        makasih udah mampir :-)

        Delete
      2. eee bentar, Vito Corleone ini diperankan Robert de Niro ya? Wah muda banget yaak :D

        beda jauh sama di film mafia lainnya, The Family (2013)

        Delete
    2. Kalau menurut saya Brando dan De Niro sangat 'terbantu' dengan karakter Vito. Karakternya tegas, berkharisma dan bijaksana. Di samping akting mereka yg memang luar biasa.
      Sementara karakter Michael sangat berbeda dari bapaknya, apalagi bisa dibilang Michael menjadi 'Don' karena 'kecelakaan'. Keliatan kan kalau Michael itu sebenrnya gak mau jadi Don kalau bukan krn terpaksa.
      Jadi kalau mau bandingin Al Pacino dgn Brando atau De Niro ya gak adil dong.

      Btw setuju soal Mary aktingnya gak banget, apalagi adegan terakhir yg ditembak, kayak udah tau gitu bakal ditembak.

      ReplyDelete
    3. Betul banget. Saya paling suka lihat karakter don corleono di godfather 1. benar benar berkharisma :D

      ReplyDelete
    4. Belajar kewibawaan dan sikap elegan dari Don corleono,

      ReplyDelete
    5. Belajar kewibawaan dan sikap elegan dari Don corleono,

      ReplyDelete
    6. Setuju, Mary Corleone aktingnya payah banget. Gaya bicaranya juga terkesan murahan pas ngobrol pertama x dengan Vincenzo sepupunya. Andai aja Winona Ryder jadi memerankan pasti jauh lebih baik. Marlon Brando emg abadi sebagai Godfather, suka banget liatnya!

      ReplyDelete
    7. Keren nih rating dari filmnya :o Sinopsisnya juga keren sip lah

      ReplyDelete
    8. Selain ciamiknya jalan cerita sama tokoh yg aktingnya memukau. Soundtracknya juga bikin mau di kulik trrus pake biola.

      ReplyDelete