Raja dan Jalan Berbatu

Friday, May 27, 2011

(Saya tulis ulang seingatnya, dari sebuah artikel di majalah Intisari belasan tahun silam)

Alkisah, pada jaman dahulu kala, terdapat sebuah kerajaan besar yang makmur. Pada suatu hari, sang raja berkeinginan untuk berjalan-jalan menemui rakyatnya langsung. Ini adalah pengalaman pertamanya untuk melihat dunia di luar istana megahnya.

Ketika kakinya menapaki jalanan, ia kesakitan. Banyak sekali kerikil dan batu yang berserakan di jalan, dan mengenai telapak kakinya (saat itu, sepatu belum ditemukan). Ah, kalau kondisinya begini, bagaimana aku bisa menemui rakyatku, pikir sang raja. Ia kemudian memerintahkan kepada bawahannya untuk melapisi seluruh jalanan kerajaan dengan kulit sapi. Benar, seluruh jalanan. Toh, ini kerajaan kaya. Uang bukan masalah.

Tapi kemudian, seorang penasehatnya berkata. Baginda, daripada melapisi seluruh jalanan kerajaan dengan kulit sapi, mengapa tidak kita buatkan pelapis kaki dari kulit saja untuk baginda. Sehingga, kemanapun baginda melangkah, kaki baginda tidak akan kesakitan....

---

Mengubah lingkungan agar menjadi sesuai dengan keinginan kita adalah sebuah hal yang sulit. Yang termudah adalah dengan menyesuaikan hati kita, agar senantiasa nyaman berinteraksi dengan lingkungan kita.

You Might Also Like

3 comments