Rasa Aman

Thursday, June 06, 2013

Ternyata rasa aman di Indonesia mahal sekali harganya.

Perhatikan saja rumah-rumah jaman sekarang. Jalanan perumahan dipasangi portal. Tiap blok/cluster dilengkapi satpam. Pagar rumahnya tinggi-tinggi dari logam/tembok yang kokoh. Terkadang, sela-sela pagar pun harus ditutup, agar orang asing tidak mudah mengintip ke bagian dalam rumah.


Tak cukup pagar,  jendela pun dibuat sesedikit mungkin agar peluang maling  masuk rumah mengecil. Itupun hampir pasti telah dilengkapi dengan teralis.

Di kos saya,  karena dahulu ada kejadian kemalingan motor,  maka sistem pengamanannya dibuat berlapis. Pintu pagar ada gembok. Pintu depan harus tertutup. Garasi motornya diberi dua gembok! Total kemungkinan terburuk saya harus berurusan dengan 5 kunci apabila hendak pergi/baru datang.
Khusus untuk garasi motor ini, saya sering kerepotan. Saya hanya memegang satu kunci. Satunya lagi disimpan di dalam rumah. Pernah suatu kejadian, dimana saat itu saya terburu-buru mengejar bis ke bandung. Motor sudah saya parkir depan garasi. Karena satu kunci gembok ada di dalam rumah,  saya harus masuk dahulu. Karena terburu-buru,  saya langsung masuk kamar,  packing,  dan berangkat mengejar bis. Sementara motor saya masih di depan garasi dengan kunci masih tergantung...

Untunglah teman kos menyelamatkan motor saya. Sedikit saja terlambat,  sudah hilang itu kendaraan,  karena sudah ada orang asing yang mondar-mandir melihat terus motor saya dari luar pagar.

Saya sering berkhayal,  seandainya saja lingkungan perumahan kita bisa seperti rumah-rumah di film hollywood: tanpa pagar, kunci ditaruh di bawah keset, pintu belakang tak pernah dikunci, jendelanya lebar-lebar,  tanpa perlu teralis pengganggu pandangan...
Entah kapan kita dapat seperti itu.

You Might Also Like

0 comments