Inferno - Dan Brown

Tuesday, July 02, 2013


Bermula dari Florence, berlanjut ke Venesia, dan berakhir di Istanbul. Inilah novel terbaru Dan Brown: Inferno.

Source: smh.com.au
Membaca buku ini, pikiran saya otomatis langsung membandingkan dengan The Da Vinci Code ataupun Angels & Demons (saya belum membaca The Last Symbol).
Pola ceritanya sendiri mirip-mirip dengan The Da Vinci Code maupun Angels & Demons. Robert Langdon berkelana di kota tua eksotis memecahkan misteri simbol-simbol abad pertengahan, ditemani dengan seorang gadis (kali ini karakternya adalah Sienna Brooks). Dengan bumbu amnesia temporer yang diderita Robert, kita dibuat bertanya-tanya siapa kawan siapa lawan sampai dengan sepertiga akhir buku.

Bagi yang menantikan teori konspirasi yang mengguncang keimanan, latar sejarah yang diangkat Inferno --Inferno-nya Dante, the black death-- terasa kurang kontroversial dibandingkan dengan rahasia simbol paganisme, cawan suci, ataupun organisasi ksatria Templar. Isu yang dibawa pun --overpopulasi, senjata biologi-- rasanya jauh kurang menendang dibandingkan dengan antimatter dan large hadron collider. Dan absennya hal kontroversial di dalam novel ini seperti halnya Noah minus Ariel: ada, namun, kurang greget.

Tapi hal-hal tersebut tidak mengurangi keindahan buku ini dalam menceritakan situs-situs bersejarah maupun karya seni abad pertengahan yang terkait. Kita seperti menjelajahi Florence, Venesia, dan Istanbul, diselipi dengan cerita sejarah dari kota-kota tersebut. Omong-omong, tahukah anda bahwa kata quarantine (karantina) berasal dari kata quaranta (40 hari). Quaranta adalah waktu yang diperlukan untuk menahan kapal di lautan sebelum diperbolehkan berlabuh di Venesia ketika wabah pes melanda daratan Eropa. Dan tahukah bahwa pada masa itu, kanal-kanal Venesia yang indah itu dipenuhi dengan mayat-mayat penderita pes yang meninggal. Terlalu banyak yang mati, sehingga mereka tidak dikubur, tapi dibuang ke kanal. Cerita menarik namun cukup tragis.

Jualan utama novel Dan Brown saya pikir terletak pada riset lokasi setting kejadian cerita, beserta dengan cerita sejarah yang menyertainya. Dan baru pada buku ini, saya serius menyimak deskripsi tempat-tempatnya. Saya relakan mencari sejenak setiap tempat dan benda seni yang disebut. Senjata utama saya adalah Google Image, untuk membantu saya dalam melakukan visualisasi jalan cerita, hehehe.

La Mappa dell' Inferno karya Sandro Botticelli. Penggambaran dari neraka yang dideskripsikan di Inferno
(gambar:  templarinfernobookreview.com)
Bagi yang malas harus mencari-cari di Google, ada beberapa situs yang telah merangkum tempat-tempat, benda seni, dan orang-orang yang disebutkan di Inferno:

  1. http://infernolocations.blogspot.com (berisi foto yang disesuaikan per bab. Sayangnya hanya untuk lokasi di Italia)
  2. http://www.templarinfernobookreview.com (berisi deskripsi singkat tentang poin-poin penting di Inferno)

Hercules and Diomedes, patung saru yang disimpan di Palazzo Vecchio
(sumber: statuesculptures.com)





Rasanya, dari seluruh novel Dan Brown, yang dibahas baru berkisar sejarah di Eropa dan Amerika Serikat saja. Semoga novel berikutnya beralih ke Amerika Latin (Suku Maya? Suku Aztec? Maccu Picchu?), ke Afrika, ataupun Asia. Siapa tahu cerita berikutnya berlatar Gunung Padang, hehehe.





Selesai menamatkan Inferno, kini daftar impian saya bertambah satu: menjelajahi Florence dan Venesia :D

You Might Also Like

0 comments