Penghormatan untuk Dzawin

Saturday, June 14, 2014

bolpenbolpenan.blogspot.com


Perjalanan Dzawin (Dzawin Nur Ikram) di Standup Comedy Indonesia 4 (SUCI 4) berakhir di show 16. Agak kecewa juga karena dia komik favorit saya. Tapi bagaimanapun, malam itu dia memang tampil lebih buruk dibanding David dan Abdur, karena di sesi 1 materinya terasa kurang padat (sebagaimana kritikan dari Raditya Dika). Mau tidak mau, dialah yang terpaksa harus jadi juara tiga.


Apapun hasil grand final nanti, sebagai penonton saya sudah puas karena tiga besar ini memang yang terbaik dari keseluruhan peserta SUCI 4. Dari sepengamatan saya, materi mereka bertiga memang berbeda dari kebanyakan komik yang sudah pernah tampil, termasuk di season-season sebelumnya. Bahkan mungkin juga komik lain di luar SUCI (kecuali Cak Lontong mungkin).

Saya setuju sekali dengan Indro Warkop di show 15 yang mengatakan bahwa di season 4 ini materi para komik lebih menunjukkan materi dari 'orang yang berpendidikan'. Tidak melulu tentang topik alay, galau, cowok cupu, rasisme, seperti yang sudah-sudah. Mereka (saya pikir, ini lebih menunjuk pada Abdur, Dzawin, dan David) mampu memberikan pesan dan pengetahuan dalam setiap materi mereka. Bahkan ini juga berlaku untuk David, yang isi materinya lebih sederhana dibanding dengan Abdur dan Dzawin (namun David mampu membuat hal sederhana menjadi sangat menarik dengan penguasaan panggung yang luar biasa).

Kembali lagi ke Dzawin. Apa sih yang membuat saya terkesan?
Awalnya, di pre-show 1, saya kurang suka dengan penampilannya. Terutama karena dia memberi sebutan 'orang pribumi' untuk orang asli Bogor. Tapi pada show-show selanjutnya, dia mampu menunjukkan yang terbaik. Bahkan di pertengahan SUCI4, saya bilang dia yang nomor 1 (sebelum belakangan ini mulai melemah penampilannya). Saya suka dengan gaya berbicaranya yang cepat, namun tetap jelas. Mengingatkan pada aktivis mahasiswa yang doyan orasi. Atau pada santri yang berlatih pidato, hehehe. Materinya juga sebenarnya hal-hal dalam kehidupan sehari-hari, namun dia mengemasnya tidak secara murahan.

Penampilan terbaiknya menurut saya ada beberapa:
  1. Show 16 sesi 2, saat riffing dengan Pras (asli, nyepetnya tajam banget dan bertubi-tubi :D )
  2. Show 6, tentang pemilu (caleg golkar :D)
  3. Show 10, tentang transportasi ('adek gw yang berdiri' :D)
Karena saya tidak nonton langsung di Balai Kartini, saya tidak bisa memberikan standing applause sebagai penghormatan terakhir di panggung SUCI4 :D  Sebagai gantinya, saya tampilkan saja seluruh video penampilan Dzawin di SUCI 4. 

Selamat menikmati :)

Show 16 sesi 2

Show 16 sesi 1

Show 15 sesi 2

Show 15 sesi 1

Show 14 sesi 2

Show 14 sesi 1

Show 13

Show 11

Show 10 sesi 2


Show 10 sesi 1


Show 9 sesi 2

Show 9 sesi 1

Show 8

Show 7 (UTS)

Show 6

Show 5

Show 4

Show 3

Show 2

Show 1

Pre-show 1

Selamat jalan, Dzawin. Semoga sukses dalam meniti karier di dunia entertainment Indonesia. Pasti kamu sudah diikat kontrak untuk tampil di komedi Kompas TV. Dan mungkin sebentar lagi ikut main sekuel Comic 8. Atau film apalah. Semoga Dzawin masih tetap bisa istiqamah, tidak terbawa godaan dunia hiburan, hehehe.

NB: Postingan epic di Kaskus. ikram91 adalah akun Dzawin di Kaskus. Tahun segitu, seperti halnya mahasiswa-mahasiswa lainnya, dia lagi nyari tambahan duit. Mungkin karirnya sebagai komik masih belum mapan. Yang kocak adalah reply post #2 yang baru muncul hampir satu tahun kemudian, ketika Dzawin sudah terkenal lewat SUCI4. Ini link thread tersebut.


You Might Also Like

0 comments