Mengenang Opera van Java

Friday, September 26, 2014

Ilustrasi: simomot.com

Episode Ini Talkshow 5 September 2014 seperti  menjadi reuni dadakan eks personel Opera van Java (OVJ). Sule, Andre, disertai dengan bintang tamu Nunung dan Dewi Gita, mengingatkan pada masa-masa kejayaan OVJ di dunia hiburan Indonesia antara 2008 sampai 2013an.


Tidak bisa dipungkiri, pada masanya, OVJ adalah acara lawak paling fenomenal dengan pendekatan yang tidak lazim. OVJ menggunakan konsep pementasan wayang, di mana di situ ada dalang sebagai sutradara, dan sejumlah 'wayang' sebagai pemain cerita. Di situ juga ada sinden dan kelompok pemain gamelannya.

Bila pada wayang cerita bergantung sepenuhnya pada dalang, OVJ menggunakan pendekatan sebaliknya. Di sini para wayang justru 'merusak' jalan cerita dengan versi mereka sendiri, sehingga dalang seringkali harus ikut campur meluruskan jalan cerita (konsep ini terutama digunakan di tahun awal-awal OVJ). Improvisasi jalan cerita memang sudah lama dilakukan oleh Srimulat. Tapi di OVJ, improvisasi tersebut dilakukan dengan cara berbeda, dan lebih 'liar'. Meskipun masih sarat dengan banyolan slapstick, tapi mereka membawakannya dengan berbeda dan tidak membosankan.

Beberapa bagian OVJ yang berkesan bagi saya.

Eksploitasi Properti Styrofoam
Tim properti OVJ banyak menyediakan properti gabus di panggung. Selain digunakan sebagai media hancur-hancuran (yang kemudian menimbulkan protes di masyarakat karena mempromosikan kekerasan), properti tersebut juga sering dimanfaatkan sebagai bahan plesetan. Misalnya pada video berikut mulai menit 3:58



"Happy Birthday"
Ini adalah favorit saya. Di saat para wayang sedang memainkan jalan cerita, tiba-tiba seorang wayang memberikan kejutan selamat ulang tahun ke wayang yang lain. Surprise tersebut dilakukan dengan menggunakan properti yang seolah-olah menjadi kue ulang tahun.

(mulai menit 6:00)


Gombalan
"Neng, bapak kamu xxx ya?"
"kok tahu bang?"
"karena kamu telah yyyy hatiku"
Ada yang mengatakan bahwa trik gombalan ini pertama kali dibuat oleh Denny Cagur. Tapi yang pasti, OVJ membuat trik ini sangat populer di masyarakat. Gombalan tersebut adalah senjata andalan Andre ke bintang tamu yang cantik-cantik. Seringkali hal tersebut membuat mereka salah tingkah. Namun, ada juga bintang tamu yang mampu mengimbangi Andre, seperti Jessica Iskandar:


dan juga Vega Darwanti:


Lagu-lagu Plesetan 
Kalau ini Sule jagoannya. Dia menunjukkan kelasnya sebagai seniman serba bisa dengan membuat lagu-lagu lucu yang mudah dicerna. 'Smile You Don't Cry', 'Mimin', 'Ada Kodok' adalah beberapa contohnya. Yang harus diacungi jempol, Sule juga seringkali menyertakan lagu-lagu berbahasa Sunda (e.g 'Sosorodotan'), sesuai identitasnya sebagai orang Sunda. Cukup menarik, ditengah dominasi total pelawak berlatar budaya Jawa dan Betawi di industri televisi Indonesia.







"Loe Gue End"
Wendi Cagur vs Andre, dimana mereka berbicara dengan logat yang aneh. Dulu saya pikir ini hanya karangan mereka saja. Tapi ternyata, ketika melihat liputan di JakTV tentang acara dugem, salah satu reporter mereka berbicara dengan cara yang sama. Kesimpulan saya, logat ini memang benar-benar ada di Jakarta. Bila salah mohon maklum, karena saya bukan anak gaul ibu kota.



Curhat Dong bersama Mamah Nori
Curhat Dong adalah parodi dari acara ustadzah Mamah Dedeh, yang dimunculkan pertama kali di 'Sahurnya OVJ' tahun 2013.

Goyang Iwak Peyek
Lagu Trio Macan berjudul 'Iwak Peyek' ini awalnya hanya diketahui sebagian masyarakat saja. Namun, setelah goyangannya sering dibawakan di OVJ, lagu ini menjadi sangat populer di masyarakat.



---
Saat ini OVJ telah habis masa tayangnya. Beberapa tahun terakhir lawakannya menjadi monoton dan ide ceritanya seperti berulang.Tidak mengherankan, mengingat jadwal siarannya yang padat (senin sampai jumat) dengan durasi yang panjang. Kemunduran ini mulai terlihat ketika Wisnutama mundur dari Transcorp, dan diikuti oleh sebagian kru lainnya ke NetTV. Mungkin hal inilah yang menyebabkan kreativitas pendukung OVJ menurun. Hal ini semakin diperparah dengan keputusan memindah jam tayang OVJ demi mengakomodir YKS di TransTV, serta keputusan Sule untuk tidak memperpanjang kontraknya di OVJ.

Meskipun demikian, bagi saya OVJ telah menjadi salah satu acara televisi terbaik di Indonesia. Memang, sering terdapat bagian yang kurang pantas, seperti kekerasan fisik, ataupun kelepasan ucapan kasar. Tapi, terlepas dari hal tersebut, OVJ adalah satu-satunya acara komedi yang bisa membuat saya tertawa sampai sakit perut (terutama episode awal). Meskipun Andre dan Sule telah memiliki acara sendiri di Ini Talkshow, OVJ tetap tak tergantikan.

You Might Also Like

0 comments