Mengenal Silampukau

Saturday, November 07, 2015

Menyaksikan tayangan Tonight Show kemarin, saya agak terkejut ketika Vincent menyebutkan bahwa bintang tamu episode itu, Silampukau, adalah band terbaik Indonesia versi dia untuk saat ini. Mengingat wawasan bermusik Vincent yang bisa dibilang cukup tinggi (paling tidak apabila dibandingkan dengan Desta, hehehe), tentu dia melihat sesuatu yang luar biasa dari band ini. Dan sepertinya Vincent tidak salah.

Anggota Silampukau (Eki, kiri, dan Kharis, kanan). Gambar diambil dari silampukau.com

Silampukau adalah sebuah band folk dari Surabaya yang digawangi oleh Eki dan Kharis. Yang membedakan mereka dari band folk lainnya, semacam Payung Teduh, adalah mayoritas lirik lagunya yang bercerita tentang kehidupan orang biasa di Surabaya. Frame yang diambil mulai dari penjual miras, anak-anak yang kehilangan tempat bermain bola, para perantau, THR Surabaya, hingga tentang bekas lokalisasi terbesar di Asia tenggara: Dolly.

Selain tema lagu yang rasanya belum pernah dibawakan musisi lainnya, tentu saja yang luar biasa dari mereka adalah lirik dan musiknya. Seperti puisi, liriknya sarat dengan pesan-pesan. Meskipun sederhana, namun musik mereka terdengar.. sangat indah. Setidaknya bagi telinga awam saya yang tidak pernah diajar pendidikan musik formal. Rasanya, baru kali ini saya mendengar lagu tentang lokalisasi yang dibawakan dengan sangat bagus. Sebagai gambaran, anda bisa menyimak penampilan live mereka dalam membawakan lagu 'Doa 1' berikut:


Dari lirik lagu di atas, mungkin yang terbayang bagi kita adalah mereka berusaha menyampaikan kritik-kritik sosial yang disampaikan melalui lagu. Seperti yang dilakukan Iwan Fals. Namun personil Silampukau sendiri tidak beranggapan seperti itu. Bagi mereka, lagu-lagu yang bertemakan sosial tersebut adalah lebih ke arah penuturan tentang kehidupan sehari-hari masyarakat Surabaya, tanpa bermaksud untuk meneriakkan pesan tertentu. Mereka senang bertemu dan mengobrol dengan warga Surabaya di manapun mereka bertemu: terminal, stasiun, pinggir jalan, warung kopi, dll. Dari obrolan itulah ide lagu-lagu mereka datang. Sedangkan alasan mengapa mereka seperti mengkhususkan diri  Surabaya, ini karena mereka tumbuh besar di sana dan merasa Surabaya sebagai rumah sendiri. Lalu mengapa tidak mengangkat keseharian kota terbesar kedua di Indonesia tersebut sebagai lagu.

Silampukau sendiri berdiri pada tahun 2009. Awalnya, Eki memiliki proyek musik dengan temannya, dan mengajak Kharis untuk featuring. Tak dinyana, teman Eki tersebut tidak bisa hadir, dan belakangan memutuskan untuk keluar. Akhirnya, Eki meneruskan proyek tersebut dengan Kharis. Di tahun itu pula mereka mengeluarkan EP Sementara. Namun, pada 2010, mereka memutuskan untuk vakum karena merasa kehabisan ide dengan lagu yang itu-itu saja. Kharis pun malah memutuskan keluar dari musik dan memulai pekerjaan kantoran. Akhirnya, di tahun 2013, mereka memutuskan untuk menseriusi kembali musik mereka. Bulan April 2015, mereka mengeluarkan album pertama mereka, 'Dosa, Kota, dan Kenangan'.

Jujur saja, tanpa kehadiran mereka di Tonight Show, mungkin baru beberapa bulan (atau tahun?) lagi saya akan mengetahui tentang Silampukau. Senang sekali rasanya, karena bertambah lagi musisi berkelas Indonesia yang muncul ke permukaan. Sebelumnya, sudah banyak musisi baru yang keren, seperti HiVi, Banda Neira, Yura Yunita, dan kini ditambah lagi dengan Silampukau. Paling tidak, era dimana musik Indonesia didominasi oleh lagu-lagu cinta murahan sepertinya sudah berakhir. Semoga kita bisa mengulangi masa tahun-tahun dulu ketika hanya musisi berkualitas yang dapat mengisi pasar musik Indonesia. Amin.

Referensi:
Episode Tonight Show dengan Bintang tamu Silampukau
Wawancara Silampukau dengan sorgemagz.com

You Might Also Like

0 comments